Senin, 16 Mei 2011

The Dreamer love part3

indahnya cinta itu tidak hanya suka pada saat awal, dimana para pasangan saling memuji saling mengesankan seolah2 mereka adalah pasangan yang terbaik yang ada di dunia ini,
tapi menurutku ada benarnya juga sih dikata kalau manisnya cinta itu emang kebanyakan diawal saja, tapi tak semudah itu aku dan dya memaknai indahnya cinta itu sendiri.. malam sudah terlanjur larut ketika sebagian bumi mulai menutup mata dan sebagian belahan akan memulai aktivitasnya, hem memang dunia ini aneh bahkan jauh lebih aneh jika kita belum mencoba menerka akan indahnya seluk beluk isi dunia ini, maka manusia dicipta akan mengisi dunia mengolahnya namun harus dilandasi atas rasa akan cinta, jadi cinta itu tidak hanya pada mahkluk tuhan tapi segala isi yang di dunia ini.
malam sudah larut sekali layaknya surya seorang mahasiswa perantauan yang berjuang untuk masa depannya,tapi mungkin hanya sebagai embel2 saja dalam hidup toh kenyataannya dia juga manusia yang juga ingin mengeksplorasi apa yang ada pada dirinya, dalam kisah ini surya minus melati yang harus pulang ke kampung halamannya yang tercinta, dibalik tirai yang sederhana di kamar kost yang sebagian penghuninya telah melalang buana ke dunia maya yang tak tahu ujungnya, surya masih terpaku menatap buku dan secarik kertas yang ada dihadapanya semenjaka beberapa jam yang lalu sambil memutar-mutar pensil dengan jarinya, ia mencoba mencari ilham untuk menumpahkan karya yang memang ingin ia cipta.
tik tok tik tok …. dentuman sang jam yang serasa tak berteman terus mengencangkan pikiran yang terus belum terinspirasi dalam hal karya. bukan puisi layaknya pujangga.laksana gayung menyambut sampan pena nya belum sedikitpun menggores kertas putih diatas meja kerjanya.tak lama berlalu layaknya ia kehabisan akal untuk menumpahkan segala yang dirasa ia tertegun melamun keluar dari peraduan yang sejak tadi ia tempati.
sambil menatap langit yang pekat akan gelap lamunannya menerawang pada kekasih yang senantiasa dicintainya dalam benaknya berkecamuk wajah yang ia rindukan dalam setiapa hening yang ada darinya.
“mel… mel sedang apa ya kau sekarang berada jauh disana???”
tak terasa kata2 itu terlontar begitu saja dari mulut surya. sontak ia pun terkaget akan hadirnya sosok tyo disampingnya,
“hooooi jezz ngapain aja jezz, tumben2an kamu keluar dari sarangmu larut malam begini??” tyo menepuk bahu sahabat karibnya itu
“ anu yo jujur aja aku lagi kangen sama dya yo…” surya menjawab
“ hoooi hayo siapa lagi yang kamu kangenin wah mencoba selingkuh ya?. aduh malangnya melati sur… padahal baru bentar aja kamu udah gitu wahhh…” tyo duduk disebelah surya
“ hoooiii ngaco kamu yo… aku itu kangen melati yoo emang selain dya siapa lagi yang aku kangenin?? coba” surya mengelak sambil memutar pandangannya pada tyo.
“ emak kamu kali, mbak adhek kakak saudara kan banyak sekali yang bisa kamu kangenin” tyo menggoda.
“ ya sih ini beda yang tadi kan dalam konteks keluarga dan sanak family gitu…” cetus surya
“eitssss kawanku Nampak kau memang lagi kangen tuh sama neng mel??” goda tyo lagi
“wehhheee ya jelas emang kamu nggak pernah kayak gini??” balik surya pada tyo.
“wah sungguh damainya malam ini ya??, meski langit tanpa bintang dan hanya kita berdua yang tidak pulang disini, tapi aku cukup senang” tyo menerawang ke langit diteras beralaskan tikar yang sengaja ia bawa tadi.
“wooooi nglantur ni orang aku nanya apa kamu jawabnya apa?? wah sengkler tenan..”surya mulai membuyarkan suasana yang semula sunyi seakan hidup.
“wah parah kamu tuh, gak bisa mellow sedikit napa??. wah pantesan aja ntuh melati milih pulang daripada ndekem sama kamu yang semakin gak jelas aja aku lihat..” cerca tyo
“eits dya ntuh pulang gara’’ libur kang dudu gara’’ aku sing ora nggenah..”
“ o tak kira … hihihi…” pandangan tyo berubah pada surya.
“ wes kumat wes… ra nggenah …” elak surya..
“ heh emang kamu suka beneran ya sama si melati itu..??” tanya tyo
“ya gmana ya..em gimana ya” pandangan surya kembali pada sang langit
“ragu ya??” godanya.
“aku bukan ragu yo, tapi setiap kali aku bersamanya itu hatiku terasa tenang n nyaman, lalu jika dia tak disampingku merasa ada yang kurang gitu..” senyum mulai terkembang di raut surya yang semula gelisah.
“eits wuih jurus gombal e ke cewek keluar euuuy…” tanggap tyo
“ sialan kamu itu yo senengane athek njaraki kancane ae. coba lihat muka ku aku serius ini” surya meyakinkan.
“ lihat wajahmu penuh dengan noda ada yang matang dan ada yang merah, setiap hari kulihat semua melati melati semuanya indah..(song lihat kebunku)” tyo ketawa wkwkwkwkwk.
“leh malah nyanyi dya…” nada surya mulai gusar
“eits ganteng-ganteng gini aku dulu punya cewek gebetan yang gak kalah wah deh sama punyamu sur..” pandangan tyo kembali ke langit.
“ siapa emang???”
“ayo pandangan langit dulu ntar kamu tahu kok”
mereka berdua memandangi langit yang hitam nan pekat malam itu
(deringan lagu pria kesepian…jreng jreng.. jreng jreng….nyuttttt kaset macet )
“eits tunggu dulu mana item tu gak ada namanya…” surya menyela
“ eh bocah edan ngrusak suasana ae makanya rasakan pake hati” gusar banget tyo.
“eh iya iyaa…” surya mengikuti ajakan tyo..
*****
###### tahun 2007 silam-- >>> masa muda Tyo
kala itu aku masih duduk dibangku SMA, aku itu cowok biasa saja gak nyleneh juga, mungkin itulah masa remaja yang mengkin tak kulupa sampai seumur hidupku, sesosok gadis manis yang selalu mengisi relung batin ku dan akan selalu terngiang2 dalam tidurku, em awal kali yang kurasa mungkin dya sama saja layaknya gadis lain di sekolahku yang naksir gara2 dya itu nyambung kalo diajak ngomong n enak saja jika aku ketemu dya, sini aku kasih tau ya namanya livia hem dari namanya saja dya sudah mencerminkan jiwa yang rupawan nan anggun yang bisa merasuk pada setiap jiwa kaum adam yang dekat dengannya, hem dya itu duduk dikelas satu waktu itu. yang jelas aku kelas 2 sebagai senior pikirku aku memang cocok jika dipasangkan dengan dia (bukanne aku berlebihan ataupun lebay ya) nyatanya emang gitu aku cocok jika sama dya.hem awalnya aku malu-malu gitu pada dya mau kenal aja sulit banget, jika dibanding kan dengan cewek yang pernah ku kenal sih, dya itu bagai1 banding 1000, bukan dengan cara aku minta nomer handphone nya atau aku minta alamat rumahnya atau aku ngajak dya berkenalan, lha terus gmana nih mbulet aja dari tadi. Nampak nya Tuhan telah menakdirkan kita untuk berjumpa n saling mengenal lebih jauh ya waktu itu aku sedang jalan pagi sama kawanku di kota asalku sana tepatnya Purwokerto, pagi yang cerah nan indah kala masih berbalut embun aku jogging sama kawanku tanpa disengaja aku berpapasan dengannya di jogging track deket taman di kotaku sana, kala aku berpapasan dengannya saat itu aku dan dya saling pandang memandang dan tak sengaja aku malah tabrakan dengannya
brrruuuucccck!!!!! ooooucchh. maaf ya sengaja batinku padanya alhmadulillah saya bisa ngomong dengan si dia pemilik hatiku, senyumnya kala itulah yang special bagiku, layaknya harimau yang mengejar mangsanya aku tak menyia-nyiakan waktu ntah bagaimana aku memulai perkenalana itu sebab agak lupa karena aku terlalu terbuai pada pesona paras rupawannya, waktu terasa kian cepat sekali tak terasa aku harus berpisah dengannya pada pertemuan itu, seakan-akan dia telah membawa hatiku yang menjulutkan benang-benang cinta yang terurai disepanjang perjalananku. entah itu berkah atau musibah namun anggap saja berkah dari tuhan bahwa semenjak itu aku kepikiran dya terus dan aku berharap dya juga sama denganku, nampaknya buah itu jatuh tidak jauh dari pekarangan sebab aku nanemnya dipekarangan rumahku. selang beberapa hari bukan aku yang berusaha untuk mencari no handphonenya tapi malah dya yang mencari no handphoneku. mungkin inilah magis seorang yang terlahir terlanjur tampan(Tyo banggga dilain pihak surya bersin hhuuuuuuaaacchhnnng ). kisah kami berlanjut pada smsan dan akhirnya janjian pada tempat dekat dengan sungai yang biasa jadi tempat arena mincing n renang bersama anak2. dan yang ku bangga dya dating lebih awal daripada yang aku duga dibawah pohon yang ridanng yang mulai bersemi kami ngobrol dan ternyata nyambung, hubungan kami berlanjut untuk beberapa waktu seperti itu, sampai suatu saat yang kuharapkan tiba dimana dia yang berkata”AKU BOLEH NGGAK JIKA JADI ORANG SPESIAL YANG MENGISI HATIMU” tanpa berfikir panjang tapi aku malah berbalut lamunan ini benar atau tidak ya?? tak lama dya melontarkan kata itu lagi mau tidak??. dan aku hanya bisa mengangguk sebagai tanda mau. lanjut cara kencan kami unuk sekali aku tidak pernah membawanya ketempat yang romance layaknya pasangan yang lain.memboncengnya dengan sepeda motor,tapi dengan sepeda(surya aku juga pernah ko’),wajar saja bila aku tak bisa melakukan itu karena aku berasal dari keluarga yang pas2an dari segi ekonomi, kami jalannya pun tanpa diketahui oleh orang ku dan dya, ya bisa dibilang backstreet gtu lah. sempat ku teringat kala itu adalah aku jalan tapi dengan alasan lari pagi n itu terjadi sangat special sekali saling lempar pujian maupun ejekan, n yang kusuka dari dya yaitu dya jarang bicara pada orang yang baru ia kenal jadi aku sedikit tenang karena aku tak perlu cemburu n kuyakin dya memang untukku,sempat sih aku kepikiran bahwa ia jodohku kelak yang kan menjadi pendamping hidupku nanti,
tapi memang tuhan berkehendak lain kalai itu aku memutuskan pindah untuk menunutut ilmu disini(kota yang sampai saat ini ku tempati)dan aku mendapat mandat bahwa aku harus memperoleh hasil yang memuaskan karena ini untuk masa depanku, seiring begitu pula hubunganku dengan dya diketahui oleh kakaknya yang juga seorang perempuan, berakhir pula lah kisahku dengannya, karena keteledoranku yang tak memberinya kepastian sehingga mungkin aku sudah tak mempedulikanya, semua mimpi yang telah ku gantungkan bersamanya sirna seakan ditelan gelombang laut yang menghancurkan tanpa puing2 sisa, sempat aku bertanya kabar tentang drinya pada kakaknya namun nonsense yang kudapat. demikian pula kisah cintaku yang susah payah kupertahankan sampe setahun lebih bisa kandas hanya dalam hitungan hari.
jadi jagalah cintamu selagi dya disampingmu jangan sampai seperti aku.yang hidup penuh penyesalan..
*******
“nah tahukan gimana ceritanya ??” tandas tyo
“huhu sungguh menguras air mata..” surya dengan mata berkaca-kaca.
“lho kok awakmu seng nangis sur?” tanya tyo
“aku kagum padamu tapi juga kecewa kenapa kau sia-siakan sidia” jawab surya
“lah itulah salahku”
“wah nampaknya kisah kamu itu cocok kalo dijadikan novel atau cerpen ya??” elak surya
“iya sih ide bagus itu thank’s jezzz jadi pengen nulis siapa tau ada cewek lagi yang tergoda sama ketampananku” jumawa tyo
“ayo tidur tidur uda malem hampir pagi nih…” surya beranjak dari peraduan
“eh tunggu dulu masih ada kisah lainnya lho…. kamu mau dengar gaak??” tanya tyo
“ngantuk aku bro cerita aja pada angin larut daaaa selamat larut malem aku mau berangkat ke dunia mimpi siapa tau aku ketemu sama melati atau yang ada dalam ceritamu itu hahahahaha” tanggap surya.
“duh sial aku jadi pengen punya pacar lagi ya????” tyo menuju ke tempat tidurnya
ngobrol sama sahabat itu memang tiada habisnya ya betul tidak????.

Tidak ada komentar: